Senin, 31 Januari 2011

Ciu bekonang

"CIU" asli bekonang,yah itu lah salah satu ciri khas dari daerah bekonang,yang sampai saat ini masih terus menjadi buronan para pecinta "Ciu",Ciu sebenarnya adalah julukan bagi sebangsa minuman dengan kadar alkohol 30% yang berasal dari desa Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah     (deket Kota Solo) dan dibuat dari hasil fermentasi limbah cair dari proses pembuatan gula alias tetes tebu, oleh karena itu minuman tersebut terkenal dengan nama Ciu Bekonang.
daerah Bekonang, terdapat warung2 yang menjajakan ciu dan uniknya namanya pun beraneka ragam bergantung campurannya, mereka adalah cikola (ciu + coca cola), ciut ( ciu + nutrisari ), cias (ciu + wedang asam ), ciu tiga dimensi ( ciu + bir + kratingdaeng ), ciu empat dimensi (ciu + bir + Kratingdaeng + Sprite), dan terakhir yang konon katanya berkhasiat yaitu kidungan ( ciu + air rendaman tanduk kijang ).
Di desa Bekonang, ciu sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda,  produksinya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan kadar alkoholnya masih rendah. Pada zaman pemerintahan raja2 dari keraton Yogyakarta dan Surakarta, ciu selalu dihidangkan saat pesta panen raya maupun penyambutan tamu kerajaan dan dinikmati sampai mabuk oleh para punggawa kerajaan beserta rakyat sekitar kerajaan. Sekitar dekade 80-an, dikarenakan adanya kucuran sebesar 2 juta rupiah dari Dinas Perindustrian Pemda Tingkat II Sukoharjo,kadar alkohol ciu ditingkatkan menjadi 60 %. Pada tahun 1997, lahirlah MoU antara industri Ciu Bekonang dengan PT. Indo Acidatama Chemical Industri, sebuah industri alkohol di Karanganyar. Akhirnya pada bulan Februari tahun 2000 silam, dengan adanya peralatan modern kadar alkohol Ciu Bekonang dapat ditingkatkan dengan kisaran 70 – 90 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar